Selamat datang di dunia maya..... Perkenalkan saya seorang yang lagi belajar akan tulis menulis tentang masalah arsitektur, perkotaan, perubahan iklim dan arsitektur tropis(sustainable architecture, urban, climate change and tropical architecture) Ijinlankah saya menyampaikan ide-ide melalui jemari lewat tulisan. Terima kasih dan Semoga bermanfaat..

Monday, November 19, 2007

Masjid Terapung Diatas Danau


Jam menunjukkan pukul 09.00 waktu setempat, ketika rombongan kami yang terdiri dari para mahasiswa tiba disebuah ruang terbuka seperti alun-alun di Jawa yang dinamakan dataran Putra. Agenda pertama kami hari itu adalah mengunjungi Masjid Putra dan Putrajaya Holding Company. Rasa penasaran langsung menyergap begitu melihat kemegahan Masjid Putra yang berada di sebelah barat dataran dengan kubah yang berwarna merah muda sangat menawan. Belum sampai rasa penasaran itu hilang, saya terkaget-kaget melihat banyak sekali turis asing yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek baru saja keluar dari pintu gerbang masjid.
Semua itu terjawab ketika rombongan kami tiba dipintu gerbang masjid yang cukup megah. Semua orang tanpa kecuali baik muslim dan non muslim dapat menikmati keindahan kawasan masjid putra tetapi harus berpakaian yang menutup aurat. Bagi yang non muslim tidak usah takut karena di gerbang ini terdapat penyewaan baju jubah dilengkapi dengan kerudung bagi wanita untuk dapat masuk kawasan masjid Putra.
Kesan monumental langsung menyapa bagi siapa saja yang memasuki kompleks masjid Putra ini. Masjid ini merupakan sebuah masjid yang dirancang dengan menggabungkan ciri–ciri arsitektur modern dan tradisional. Masjid yang terlihat mengapung diatas danau menjadi lambang kemegahan dan landmark bagi kota baru Putrajaya. Masjid ini mempunyai segala ciri khas arsitektur modern tanpa mengabaikan unsur-unsur Islam mulai dari bentuk sampai ornamennya dan budaya masyarakat setempat. Nama masjid Putra diambil sebagai penghormatan terhadap Perdana Menteri Pertama Malaysia Tuanku Abdul Rahman Putra Al Haj.
Sebelum memasuki masjid Putra kita dihadapkan pada sebuah bangunan gerbang masjid yang tinggi dan megah. Gerbang ini dilengkapi dengan hiasan bermotifkan bentuk geometris yang merupakan ciri arsitektur islam serta seni kaligrafi yang indah. Gerbang dibentuk mirip dengan gerbang pada Masjid Raja Hassan di Casablanca di Maroko. Dari segi arsitektur berasaskan seni bangunan Persia pada jaman Safavid sehingga bercirikan konsep Timur Tengah dan dikombinasikan dengan seni - seni tradisional melayu. Gerbang dibuat monumental dengan material dari granit, sehingga manusia akan merasa kecil bila melintasi gerbang masjid. Gerbang ini juga dilengkapi ruang informasi dan tangga menuju tempat wudlu di lantau dasar.
Disamping Masjid, terdapat sebuah menara yang berdiri megah setinggi 116 meter di sebelah kiri pintu gerbang Masjid Putra. Menara ini diilhami dari bentuk menara masjid Sheik Omar di Baghdad, berbentuk bintang segi delapan yang terdiri dari 8 penjuru yang melambangkan delapan arah mata angin. Menara ini berfungsi untuk mengumandangkan adzan ke segala penjuru. Terdapat lima tingkatan pada menara ini yang melambangkan lima Rukun Islam dan juga sholat lima waktu. Bagian paling atas dari menara juga berwarna merah muda yang sangat serasi dengan warna kubah utama.
Kubah yang berwarna merah muda ini menurut takmir masjid Putra ustad Kamaruzaman bin Abdul Aziz melambangkan modernitas dan mengikuti perkembangan zaman serta keterbukaan bagi siapapun yang inginmengunjungi masjid termegah di Putrajaya ini. Sisi luar dari kubah ini tersusun dari batu granit yang menbentuk ormanen geometris khas islami. Sedangkan pada sisi dalampun dominan warna merah muda dengan ormanen geometris dan disekelilingnya terdapat hiasan kaligradi yang melingkar.
Masjid ini dibangun pada lokasi yang sangat penting di Putrajaya yang merupakan pusat pemerintahan administratif Negara Malaysia yang berada di daerah Multimedia Super Coridor (MSC), dimana Putrajaya memberikan catatan pada sejarah baru mengenai perencanaan kota modern di Malaysia.
Masjid Putra dibangun dengan tiga konsep dasar ideologi yang sederhana: Pertama, hubungan manusia dengan pencipta, Hubungan ini diwujudkan dengan penerapan desain bangunan yang bernuansa Islami serta membangun masjid sebagai tempat untuk senantiasa mengingat Tuhan. Masjid Putra merupakan salah satu bangunan yang dibuat pertama kali di Putrajaya sebelum bangunan lainnya didirikan.
Kedua, hubungan manusia dengan manusia, Hubungan ini diwujudkan melalui sifat kawasan masjid Putra yang terbuka untuk umum baik yang muslim maupun non muslim. Terdapat banyak fasilitas-fasilitas social yang mendukung kegiatan sosialisasi antar masyarakat serta tempat-tempat umum lainnya, baik untuk kegiatan seminar, resepsi perkawinan sampai untuk wisata ataupun beberapa ruang terbuka yang sengaja diciptakan sebagai wadah untuk tempat berkumpul dan bersosialisasi.
Ketiga, hubungan manusia dengan alam, Untuk menciptakan hubungan antara manusia dengan alam diwujudkan melalui pembangunan yang ramah lingkungan. Meletakkan banyak ruang terbuka dan hijau di sekitar masjid yang bertujuan selain untuk penghijauan juga sebagai bentuk apresiasi terhadap alam sekitar. Hampir 50 % tepi kawasan masjid Putra berada di Tasik Putra yang berfungsi sebagai danau buatan di Putrajaya. Hal – hal tersebut diciptakan melalui pengaturan landscape kota yang teratur.
Masjid Putra ini terletak disebelah barat Dataran Putra, yang merupakan open space yang menghubungkan sumbu utama koridor kota Putrajaya. Sumbu sepanjang 5 km ini menghubungkan Kantor Perdana Menteri Malaysia dengan Putrajaya International Convension Center (PICC). Dataran Putra ini berbentuk lingkaran dengan keliling 300 m yang dilengkapi dengan kolam air serta bentuk bintang ditengahnya dengan sudut berjumlah 13 yang melambangkan jumlah negara bagian di Malaysia. Masjid Putra dikelilinggi oleh Danau Tasik Putrajaya sehingga dapat dilihat keindahan lingkungan kawasan sekitarnya serta menjadikan Masjid Putra kelihatan terapung-apung di permukaan danau. Selain itu juga memanfaatkan udara segar untuk ventilasi alami dari danau untuk menyejukkan kawasan masjid. Jembatan Putra dan Kompleks Perdana Menteri juga dapat dilihat dengan jelas dari lingkungan masjid ini.
Seni bangunan berarsitektur Islam berkembang secara kontinyu dan terus menerus mengikut perkembangan kota dan ilmu yang diawali dari masjid Rasullullah SAW di Medinah. Kemahiran dalam seni bangunan merupakan lambang dari tingginya ilmu dan peradaban suatu bangsa. Seni bangunan Islam sangat dikagumi hingga sekarang ini walaupun usianya telah menjangkau beratus-ratus tahun bahkan ribuan tahun seperti yang banyak terdapat di Turki, Maroko, Spanyol dan sebagainya. Banyak sekali ukiran kaligrafi yang diadopsi dari Timur Tengah menghiasi setiap ormanen Masjid Putra, terutama pada ruang sholat utama.
Potensi alam yang ada disekitar Masjid berupa hembusan angin yang cukup kuat merupakan sistem penghawaan alam yang digunakan pada Masjid Tuanku Abdul Rahman Putra Al Haj atau Masjid Putra. Bangunan ini menggunakan sistem penghawaan alami untuk ruang sholat utama, dan ruang sholat jemaah wanita. Sedangkan untuk ruang yang lain seperti Auditorium, ruang makan besar, Exhibision hall menggunakan penghawaan buatan. Masjid Putra dirancang dan dibangun pada kawasan dengan angin bertiup cukup kuat. Angin dari Danau Tasik Putrajaya ditangkap di lantai dasar dan disalurkan menuju lorong dan rongga kolom-kolom yang berjumlah 12 buah yang mengelilingi ruang utama sholat dan rongga pada 4 kolom utama, sehingga kolom berbentuk bujur sangkar yang terdapat di ruang sholat utama ini berongga ditengahnya. Udara dingin dari rongga kolom dikeluarkan pada sisi bawah kolom melalui kisi-kisi dari kayu yang menyatu dengan lemari untuk tempat Al Quran dan buku-buku Islami yang mengelilingi setiap kolom. Jadi pada ruang sholat utama Masjid Putra menggunakan sistem penghawaan alami dan tidak mempunyai penghawaan buatan baik Air Conditioning (AC) maupun kipas angin.

dimuat di : Suara Merdeka, Minggu 11 November 2007

1 komentar:

Andie Wicaksono said...

Senang membaca tulisan2nya pak Uuk, cerita tentang masjid terapung ini dan juga cerita-cerita yang lain seolah menjadi sebuah catatan-catatan hidup tentang perjalanan2 dan kisah hidup beliau. pertamakali saya kaget menemukan blog ini, dan senang menemukan orang ars undip yang juga senang menulis blog. keep on writing ya Pak Uuk! kapan-kapan berkunjung ke blog saya... :) blog endorsed by andie